BAB
3
HUBUNGANKU
DENGAN DIA
SUDAH
BERAKHIR
Tepat
pukul delapan pagi, aku tiba di kampus setelah mengatarkan pesanan mama ke
tempat ibu siska teman mamaku. Suasana kampusku belum seramai kampus yang
lainnya.
Aku
sempat menyapa beberapa dosenku dan kakak seniorku . seseorang pria muncul di
hadapan wajahku. Tapi sayang aku tidak kenal siapa pria itu dia langsung
menyapa aku dengan kata kata lembut. Aku langsung menyapa balik dengan senyuman
yang manis dan lembut.
15
menit kemudian aku melihat pacarku di parkiran dan aku langsung sapa dia dengan
penuh ramah. Tapi sayang aku harus kepaksa senyum.
“Hai, steven.” Aku
menyapa steven dengan ramah.
“hai ,maudy sayang.
Apakah kamu sudah sarapan sayang? “ steven langsung menawarkan sarapan pagi
barang .
“maaf, steven gue udh
sarapan kok. Lo, gak usah repot repot.” Maudy menolak tawaran steven.
“owh, ya sudah. Gue
kira lo belum sarapan maudy sayang.” ( steven )
“oh ya, gue mau bicara
sama lo dengan empat mata dengan lo steven.”
“mau bicara apa maudy
sayangku.”
“kayaknya selama kita
pacaran 4 tahun lo gak pernah berubah yah dengan ke play boyan lo itu. Kapan
sih lo belum berubah steven? Kayaknya gue sudah bri pengharapan buat lo selama
1 tahun. Tapi lo tidak pernah ubahin sifat lo dari sma itu. Sampai kapan lo
bisa hilangin ke play boyan lo. Jujur ya ague capek banget dengan semua ini dan
gue capek di sakitin melulu sama lo. Lebih baik kita berakhir aja ya semua
hubungan ini. Angap aja 4 tahun itu adalah persahabatan kita.”
“maudy … maudy, please
dengarin dulu penjelasan gue. Gue belum mau putus dengan lo. Gue tau gue egois
sama lo, please kita jangan berakhir ya maudy. Gue rela gue di hukum, tapi
please lo jangan putusin gue.
“percuma steven kalau
kita balikan lagi lo tidak akan pernah berubah. Gue udh hafal dengan kebusukan
lo itu. Mendingan lo pacarin aja selingkuhan lo itu dan satu lagi lo jangan
dekatin gue lagi apa lagi hubungi saat malam hari.”
Maudy langsung melanjutkan perjalanannya ke ruangan, di
sana dia melihat bisma yang sedang asyik mengotak atik cameranya itu. Tidak tau
kenapa rasa hati maudy saat melihat bisma tersenyum dia pun juga ingin ikut
tersenyum. Tapi semua itu dia harus tahankan senyuman itu. Saat ini hatinya
masih penuh luka. Maudy langsung menghampiri kursinya yang di atas sambil
melamun atas perbuatannya yang tadi dia laku kan sama bekas pacarnya tadi. Saat
maudy mencoba tersenyum maudy rasanya pengen menangis atas kesalahannya tadi di
parkiran.
Maudy
mencoba pelupakan itu semua dengan cara pelan pelan. Suatu hari dia berharap
semuanya akan berakhir secepat mungkin. Ini baru ke dua kalinya dia putus
dengan pacarnya walaupun sedikit berbeda dengan permasalahnya. 30 menit Sylvia
dan tara masuk keruangan, tara mencoba memperhatikan muka maudy yang bersedih.
Tara mencoba naik ke atas untuk menghampiri sahabatnya itu.
“ maudy, lo gak apa apa
kan?”
“gak kok tara, gue gak
apa apa kok.”
“gak mungkin lo gpp
pasti lo ada masalah lagikan. Lebih baik lo cerita sama gue?”
Tiba tiba datang cika
cewek biang keladi tukang gosip . munculah omongan cika yang begitu terbata
bata dan membuat orang sedikit kaget dengan hubungan maudy dengan steve.
“ semua pada ngumpul
deh, gue punya gosip nih. Gosip baru lo. Gue tadi dapat berita kalau teman kita
ada yang udah putus lo sama anak jurusan kimia. Lo semua pada mau tau siapa
nama itu cewek. Hmm, gue takut kalau gue kasih tau namanya siapa masalahnya
nanti gue di maki maki pula lagi.”
“ sudah sebutin aja
namanya siapa sih?” ( mikha )
“oke oke gue sebutin
namanya siapa. Namanya itu Maudy Kugy anak jurusan mld desain semester 3 dan
nama cowok itu steven anak semester 3 juga jurusan kimia.” ( cika )
“maudy, ini bohongankan
yang di bilang sih nenek sihir itu.”
“betulan tara, gue udah
putus dengan steven. Gue capek semuanya dengan hubungan ini dan gue capek di
sakitin melulu sama dia. Lebih baik gue jomblo aja, dari pada gue sakit hati
melulu.”
“kalau itu pilihan lo
gue setuju kok, apa lagi orang yang kita sayangin harus kita putuskan dengan
cara tiba dan tidak mikir mikir lagi. Kan di dunia ini masih ada cowok yang
baik hati dan setia sama kamu maudy. Smile dong maudy jangan buat Sylvia sedih
liat lo galau melulu. Saatnya lo MOVE ON sahabatku yakan tara? Tara lo dengarin
kata kata gue gak sih gue capek tau ngomong.”
“iya apaan nih?”
“Ihkkk, lo ngeselin
banget sih. Tadi gue bilang maudy harus move on ya atau gak?”
“iyain aja deh.”
“gue lempar juga lo ke
tong sampah tara.”
“Eh, bisma lo lagi
ngapain?”
“gue lagi perbaikin
kamera, oh ya lo besok ada waktu tak gue mau ajak lo hunting mumpung besok hari
sabtu.”
“mau hunting ke mana
bisma.”
“kita hunting ke pantai
aja gimana mau tak? Mumpung besok gue ada job untuk photo sepupu gue.
“oke boleh juga tuh
usul lo. Besok gue juga bawa kamera gue biar kita photo sepupu lo.”
“ya udh besok gue
tunggu lo di rumah gue ya, lo taukan rumah gue?” ( bisma )
“tau dong, masa gue gak
tau sih rumah lo dimana.”
“ mana taukan lo gak
tau rumah gue. Ya udah besok gue tunggu lo jam 9 ya tara.”
“oke deh bisma!! Tunggu
tunggu lo mau kemana buru buru bisma? “
“gue mau coba kamera
gue dulu di halaman belakang kampus tara.”
“lo suka nongkrong di
situ ya kalau setiap istirahat bisma?”
“iya, masalahnya gue
senang aja liat pemandangan belakang kampus. Katanya di belakang kampus itu
tempat buang sakit hati ya tara.”
“kata orang sih iya
tara, biasanya anak cewek suka banget kesana sambil teriak teriak gitu deh yang
gak jelas.”
“Hmmm!!!! ( Sylvia )
“eh, Sylvia maaf tara
ya gak sengaja bicara tentang wanita.”
“bagus lo ya tara udah
berani bicara kayak gitu.”
“hehehehe, maaf
Sylvia.”
“udah dulu ya gue mau
ke halaman belakang, permisi.”
Bisma langsung
meninggalkan ruangannya menuju ke halaman belakang. Di ruangan tinggal lah
tara, Sylvia dan maudy di sana. Akhirnya Sylvia mencoba menghiburkan maudy
dengan canda tawa yang di buat tara dan Sylvia. Akhirnya maudy langsung
tersenyum melihat tingkah laku tara dan Sylvia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar