Selasa, 01 Oktober 2013

JODOH PASTI BERTEMU



SIANG DAN MALAM 

            Pagi itu, suasana rumah sudah mulai sibuk mondar mandir untuk ke toilet. Semua orang rumah sudah mulai telat ikut sarapan di pagi hari. Supir dan para pembatu sudah mulai menyiapkan makanan untuk sarapan pagi hari. Tara dan Sylvia sudah bersiap” kekampus sedangkan maudy masih berpakaian dengan rapi.
            Diatas meja tersedia roti bakar, roti tawar, dan selai coklat. Maudy bercepat gegas ke ruang makan untuk ikut sarapan pagi. Maudy kaget kalau sarapan pagi hari ini Cuma roti bakar lagi . maudy mencoba teriak pangil embaknya untuk membuat nasi goreng. Ternyata mbaknya sudah membuat nasi goreng terdahulu buat non maudy. maudy langsung makan nasi goreng yang dibuatin mbaknya. Setelah sarapan maudy dan sahabatnya langsung berangkat ke kampus. Sedangkan abangnya bastian dia harus lanjut kerjaannya di perusahaan teman papanya.
            Sesampai di tempat kampus maudy langsung lari” kekantin untuk membeli minum. Maudy tidak sengaja melihat mading di kampusnya. Di situ dia mencoba perhatikan mading ternyata di mading itu ada puisi buat maudy. tapi maudy tidak tau siapa yang membuat puisi ini di pagi hari. Maudy langsung menyimpan kertas puisi itu ke tasnya. Maudy langsung melanjutkan ke kantin lagi. ternyata sampai di kantin maudy mendapat surat lagi dari orang misterius. Di kertas itu tertulis maudy harus ke halaman belakang dan tidak boleh bawa seseorang. Maudy langsung bergegas ke ruangan untuk mengikuti mata pelajaran pak sitompul. Maudy melihat ke bawah . ternyata ada lagi yang kasih surat dari kursi bawah temannya.
“Maudy nih buat lo?”
“ini dari siapa ari?”
“gue gak tau ini dari siapa. Tadi pagi gue udh dapat surat di kursi gue. pas gue lihat ternyata buat lo?”
“owh, makasih ya ari.”
“iya, masama maudy.”
Maudy mencoba mengecek lagi isi surat itu. Ternyata isi surat itu tetap sama dengan yang tadi di kantin.  4 jam setelah pelajaran selesai, kemudian maudy langsung lari ke halaman belakang untuk mengecek siapa yg berani kirim surat buat maudy. maudy mencoba pelan pelan cari cowok yang berani kasih surat buat dia. tiba tiba anak jurusan kimia ngasih surat lagi buat maudy. maudy mencoba buka lagi ternyata isinya maudy harus diam di halaman belakang itu. Maudy mencoba cari tau lagi siapa yang berani kirim surat buat dia dengan cara diam diam. Maudy mencoba berteriak.
“woy, keluar loh. Gue sudah ada di sini. Lo itu siapa sih sebenarnya berani banget lo kasih surat ini buat gue. woy keluar loh?
Maudy tetap mencoba mencari tau siapa lagi yang berani kirim surat ini. Tiba maudy kaget dia melihat cahaya dari balik pohon itu. Dia mencoba berjalan ke pohon besar itu. Ternyata di belakang pohon besar itu ada lagi surat. Maudy tetap tidak mau buka lagi. maudy mencoba berpikir mungkin ini jebakan dari cika cewek biang gosip itu. Maudy langsung mencari cika ke kantin. Biasanya cika suka nongkrong di kantin. Maudy bergegas berjalan cepat. Maudy melihat lagi cahaya yang tadi dia lihat di pohon besar. Maudy tetap jalan terus. Sesampai di kantin maudy tidak melihat cika . maudy mencoba bertanya sama vika.
“vika tunggu?”
“iya, ada apa maudy manggil gue?”
“lo Nampak cika tak tadi?”
“oh, tadi gue dapat surat kalau cika hari ini gak masuk kuliah. Dia lagi keluar kota mau urus akte kelahiran keponakan dia . emang kenapa maudy?”
“gpp kok vika.”
“lo lagi dapat surat ya maudy?”
“iya nih, gue binggung surat ini dari siapa?
“emang dia nulis apa maudy?”
“gue tadi di suruh ke halaman belakang. Eh pas gue ke halaman belakang gue dapat surat lagi dari orang jurusan kimia. Ya gue terima aja.”
“mungkin itu ada yang suka sama lo. coba deh lo perhatikan cowok. Siapa yg suka sama lo beberapa hari ini?”
“gak ada deh yang suka sama gue berapa hari ini .”
“masa sih gak ada maudy, lo itukan cewek paling cantik di kampus ini? Masa gak ada yang suka sama lo maudy?
“coba deh lo perhatiin.”
“gak perlu deh vika, udah dulu ya gue mau ke ruangan lab komputer.”
“oke.”
Maudy terus lanjut perjalanannya ke ruangan lab computer. Maudy mencoba berpikir lagi siapa ya kasih dia surat itu dan membuat puisi untuk dia. maudy mencoba mencari tau lagi siapa yang membuat surat ini sampai dia kesal untuk mencari orang misterius itu. Sesampai di lab computer maudy melihat bisma lagi berkumpul dengan teman teman satu jurusannya dan jurusan lain. di ruangan lab. Maudy tidak sengaja melihat senyumannya dan tawanya yg sangat lepas itu. Maudy berpikir ternyata cowok yang dia anggap cowok gila itu ternyata hobby juga bercanda dan bergurau dengan teman jurusan nya dan jurusan lain. Di sana maudy mencoba memperhatikan tas yang di kasih dari mamanya. Ternyata dia suka juga memakai tas pemberian dari mamanya maudy. maudy mencoba tatap bisma dengan tersenyum. Tiba” bisma melihat maudy lagi di kaca sedang melihat dia di lab sama teman”nya. Bisma langsung samperin maudy dengan polos.
“helloww, ngapain lo di sini maudy ?”
Maudy langsung kanget kalau bisma muncul di hadapannya dengan pasang muka polos.
“Astaga, aduh mampus gue ketauan.”
“ketauan apaan?”
“bukan urusan loh cowok pembohong.”
“lo kenapa sih panggil gue cowok pembohong lagi. lo tetap gak caya nama gue keenan maudy. oke oke kalau lo gak caya nih gue kasih kartu nama gue. lo baca baik” nama tengah gue keenan. Oke.
“gak penting tuh.”
“loh kok gag penting sih maudy. ya gue kasih kartu nama ini supaya lo bisa caya sama gue maudy. sekarang lo terima aja ya kartu nama ini. Oke?”
“Gue bilang gak perlu cowok pembohong.”
“tunggu kayaknya muka lo lagi kesal deh. Kyknya lo lagi ada masalah ya ? apa gue perlu bantu cari apaan gitu?”
“itu bukan urusan lo juga . muka gue kesal karna liat muka lo terus menerus.”
“oke oke, gue tau loh lagi kesal. Gue terima caci maki lo.”
“misii.”
“Dasar maudy aneh, tapi cantik juga ya kalau dia lagi muka kesal.”
Maudy langsung pergi parkiran untuk mengambil mobil di parkiran. Maudy langsung membuang surat yang tidak perlu lagi dia cari tau. Sampai di parkiran maudy mencari mobilnya ternyata mobilnya di bawa sama temannya. Maudy langsung kesal lihat tingkah laku temannya yang tinggalin dia. maudy langsung mencari taxi. Taxi pun tidak ada yang mau berhenti. Maudy mencoba menunggu 1 jam di simpang jalan sambil minum” air kelapa. Maudy mencoba telpn Sylvia . ternyata Sylvia lagi di caffe lagi berkumpul sama tara dan teman jurusan lain untuk minum barang. Maudy mencoba menghubungi steven. Ternyata maudy baru sadar kalau steven bukan siapa siapa lagi. maudy mencoba menghubungi kakaknya bastian. Tetap aja hpnya kak bastian mati. Maudy mencoba menghubungi supir. Ternyata supir lagi sibuk juga memperbaiki mobil bokapnya maudy. maudy pun menyerah dengan usahanya. Tidak ada lagi yang bisa di hubungi semua orang rumah pada sibuk dengan urusannya masing”. Maudy mencoba menunggu lagi taxi ternyata tidak ada yang stop di jalan. 15 menit kemudian stop lah mobil bisma di tempat simpang jalan yang jualan es kelapa muda. Bisma keluar dengan orang biasa dan memesan air kelapa muda. Maudy mencoba cuek dengan bisma dia tidak mau cari masalah lagi sama cowok nyebelin itu. Maudy mencoba menghubungi lagi Sylvia ternyata hpnya tetap di matiin sama Sylvia. Maudy mencoba sms tara ternyata tara mengirim sms suruh pulang bareng sama bisma. Karna tara sudah bri pesan buat bisma untuk antar dia pulang kerumah.
            Selesai minum bisma langsung membayar minumannya dan menuju ke mejanya maudy untuk pulang bareng sama bisma.
“maudy ayo pulang sama gue ?”
“gak mau.”
“gue ini sudah di pesanin sama tara untuk antar lo pulang kerumah.”
“gue gak butuh lo antarin gue pulang. “
“ya sudah kalau lo gak mau gue cariin taxi buat lo.”
“gak perlu.”
“lo keras kepala banget sih maudy?”
“gue keras kepala karna gue gak suka di paksa pulang sama loh.”
“ya sudah kalau loh gak suka di paksa. Mendingan gue pulang duluan. Selamat tinggal dan selamat berusaha cari taxi sendiri. permisi.”
Maudy tetap berkeras kepala dan tetap menolak tawaran dari bisma.
            Jam mulai menuju jam 16:30 maudy tetap menunggu di simpang jalan kampusnya. Maudy tetap mencoba menghubungi supirnya untuk menjemputnya di kampus. Maudy melihat mobil kakaknya yg ada di jalan dia langsung melambai” tangannya. Ternyata kakaknya tidak melihat maudy di simpang jalan kampusnya. Maudy tetap mencoba menghubungi tara. Tara menjawab kalau dia sudah di rumahnya tara. Maudy sudah gondok melihat temannya” yang sudah tinggalin maudy di kampus tadi. Jam 18:30 maudy melihat langit” di atas. Ternyata awan mulai mendung. Maudy mencari tempat yang aman untuk berlindung dari hujan. Sedangkan bisma sedang asik” dengarin music di saat hujan deras. Tiba” ada pesan masuk dari hpnya bisma. Ternyata yang sms temannya bisma. Kalau temannya bisma melihat maudy di warung es kelapa sambil menangis dan gondok. Bisma langsung bergegas untuk jemput maudy yang lagi nangis di simpang jalan tempat penjualan es kelapa. Tidak tau kenapa bisma langsung panik melihat maudy yang lagi di sana yg belum pulang” dari tadi. Bisma langsung tancap gas untuk cepat” ke kampus. Tiba” hp maudy mati di sana dia tambah panic harus bagaimana lagi dia pulang. Jalan pun semangkin ramai dan susah untk cari taxi. Sampai di kampus bisma langsung menjemput maudy dengan cara paksa.
“ayo pulang jangan buat orang rumah lo jadi panik kalau lo belum pulang dari kampus.”
“gue gak mau pulang, gue benci sama sahabat gue? gue benci sama kakak gue? semuanya jahat.”
“percuma lo maki maki di sini gak ada yang mau dengarin lo marah. Sudah mendingan lo naik sekarang ke mobil gue. malu tau lo nangis di jalan.”
“gue gak mau, biarin gue di sini sampai pagi di sinii.”
Tiba tiba maudy pingsan, bisma langsung mengangkat maudy ke mobil dan mengantar dia ke rumah sakit terdekat. Bisma langsung pergi ke rumah sakit terdekat. Sampai di rumah sakit bisma langsung memanggil suster untuk mengangkat temannya yang lagi pingsan.
“suster suster tolong teman saya di mobil?”
Bisma langsung angkat maudy ke tempat tidur. Bisma langsung minta tolong sama satpam untuk parkirin mobilnya. Maudy langsung di bawa ke UGD. Bisma mencoba tenang, biasanya bisa tidak pernah kayak gini kalau ada teman ceweknya yg lagi sakit. Tapi tidak tau kenapa bisma begitu takut melihat keadaan maudy yang lagi pingsan.  1 jam kemudian dokter keluar dari UGD. Bisma mencoba mencari tau kenapa keadaan maudy. ternyata maudy mempunyai penyakit maag yang udh dia bawa selama 3 tahun ini. Bisma langsung bergegas untuk minta kepada dokternya untuk di rawat di rumah sakit. Bisma bersedia untuk menanggung biayanya berapa yang di butuh oleh rumah sakit. Bisma langsung mengurus tempat rawat inap maudy. selesai mengurus rawat inap maudy dan perobatannya. Bisma langsung menuju ke ruang inap di mana maudy di rawat. Sementara ini bisma yang menjaga maudy selama malam ini. pagi harinya dia langsung balik ke rumahnya dan mengkabari temannya supaya menjaga maudy di rumah sakit.
            Pagi hari kemudian bisma langsung balik kerumah dan sms tara untuk kerumah sakit untuk menjaga maudy yang lagi keadaan belum sadar. Tara langsung sms Sylvia untuk sms kakak bastian untuk melihat maudy di rumah sakit. 1 jam kemudian Sylvia dan tara langsung mencari kamarnya maudy. ternyata kamar yang di pakai maudy sangat special dan mewah. Sylvia langsung melihat maudy yang lagi belum sadar. Di sana Sylvia tetap bersalah dia sudah tega melihat temannya yang lagi menderita. Tiba tiba maudy sadar dari pingsannya dan dia langsung teriak memanggil suster untuk usir teman”nya. Suster langsung menyuruh teman”nya keluar dari kamar pasien. Dokter langsung member obat tenang buat maudy supaya dia bisa sedikit tenang.
            Sore harinya bisma datang kerumah sakit untuk menjaga maudy yang belum sadar dari semalam. Jam 19:00 maudy sadar dan melihat siapa cowok yang tidur di kasur dengan kepala nunduk. Maudy langsung banguni cowok itu.
“hey hey.”
“aduh apaan sih manggil gue.”
“elo, ngapain elo di kamar gue?”
“apa kamar lo, sadar woy ini ruangan pasien.”
“apa pasien, terus gue lagi di rumah sakit maksud lo?
“iya, lo lagi sakit maudy.”
“gue sakit apa? Gue sehat kok. Lihat nih sehatkan.”
“lo sok kuat, bilang aja lo punya sakit maag kan? Udh 3 tahun lo alaminya. Sudahlah lo jangan sok” kuat.”
“ gue mau pulang, antarin gue kerumah .”
“lo belum boleh pulang, besok   lo baru boleh pulang.”
“gue mau pulang sekarang.”
“gue bilang lo belum boleh pulang cewek keras kepala. Lo itu masih sakit lo bisa gerti tak sih sama kondisi tubuh lo itu yang keadaan lemas.”
“gue gak butuh itu, gue butuh pulang. Gue bosan di rumah sakit ini.”
“suka lo deh, lo mau pulang sekarang kek seterah lo deh. Permisi gue mau pergi.”
“dasar cowok pembohong.”
“apa lo bilang, jaga mulut lo itu cewek keras kepala dan aneh.”
“awas aja lo gue kerjain lo habis”an bisma.”
3 hari kemudian maudy kembali lagi dari aktifitas kuliahnya dan melanjuti tugas” kuliahnya yang sudah banyak ke tinggalan. Sesampai di ruangan maudy langsung menyapa sahabatnya. Ternyata sahabatnya cuekin maudy yang sudah usir dia di rumah sakit. Semua mahasiswa membuat kelompok untuk mencari pemandangan selama liburan yang sudah di brikan waktu selama 2 minggu di bandung. Maudy tidak dapat teman kelompok dia mencoba bersabar menghadapi ini semuanya dengan sendiri. selesai dari pelajaran maudy lanjut ke taman untuk menenangkan hatinya. Dia tidak mau buat masalah lagi.
            Keesokan harinya maudy langsung berangkat ke kampus untuk mengikuti liburannya ke bandung. Maudy membawa obatnya untuk persiapan di bandung ia takut nanti penyakitnya kambuh. Sampai di kampus maudy langsung berkumpul dengan borongannya di parkirannya. Semua mahasiswa dan siswi langsung bergegas untuk menaikan bus. Semua para mahasiswa dan siswi langsung di absen oleh ketuanya bisma. Maudy langsung mengambil kursi paling depan. Ternyata di depan adalah tempatnya bisma. Bisma langsung duduk di dekat maudy. tiba tiba maudy kanget melihat bisma duduk di depannya. Sedangkan temannya maudy duduk di nomor 3.
            4 jam kemudian semua mahasiswa dan siswi sudah sampai di puncak. Bisma langsung mengabseni teman”nya jurusan mld desain. Di sana bisma langsung memberi peraturan saat di puncak. Bisma langsung memberi peraturan untuk cowok untuk membantu sesama timnya. Mahasiswi langsung di arahkan oleh Sylvia untuk menuju kamar masing”. Semua mahasiswi sudah mendapatkan tempat tidur dengan namanya masing”. Siang harinya maudy langsung ke kebun the untuk mencari pemandangan yang indah yang dia belum pernah lihat. Di sana ia mencoba membantu para ibu” yang mencari daun teh. Maudy langsung senang bisa membantu ibu mencari the. Di sana maudy di ajak sama ibu ibu untuk melihat cara proses membuat the yang enak. Maudy langsung melihat cara proses pembuatannya. Di sana maudy mencoba belajar buat teh. Maudy senang sekali sudah bisa belajar membuat teh dengan cara baik. maudy melanjut perjalanannya ke sawah warga. Di sana dia langsung di sapa ramah dengan para warga bandung. Tiba tiba maudy di kagetkan oleh wanita yang cantik yang bernama sasa.
“  wilujeung siang .” ( sasa )
“Hah, itu bahasa apa ?”
“ini bahasa sunda ?”
“owh sunda, terus artinya apa ? “
“selamat siang.”
“owh, selamat siang juga. Kenali nama gue maudy.”
“maaf di sini gak boleh memperkenalkan nama dengan cara kata gue. harus bilang abdi .”
“owh ya maaf ya, kenalkan nama abdi maudy ?”
“owh maudy, cantik pisan namanya atuh pas dengan raray.”
“apaan lagi tuh raray?”
“artinya wajah.
“owh wajah, maaf abdi gak gerti bahasa sunda ?”
“iya gpp kok, kenalkeun name abdi sasa ?”
“Aduh, maaf pakai bahasa Indonesia aja ya ?”
“iya gpp, kenalkan nama saya sasa. Itu artinya.”
“owh, oh ya saya mau ke tempat teman saya dulu ya.”
“ iya, mangga.”
“Hah, mangga. Itukan makanan.”
“itu artinya silakan.”
“owh, maaf.”
Maudy langsung melanjutkan perjalanan ke tempat di tinggalnya. Maudy merasa gembira kalau dia sudah dapat teman baru di bandung walaupun dia sedikit sulit untuk bahasa sunda. 3 jam kemudian tiba tiba datang pengantar makanan. Bisma dan Sylvia langsung membagi makanannya. Ada 1 orang yang tidak dapat makanan. Ternyata maudy yang tidak dapat bagian. Sylvia merasa tidak enak melihat temannya yg belum kebagian tapi Sylvia tetap cuek melihat temannya maudy. 1 jam kemudian maudy bertemu lagi dengan sasa.
“hey sasa ?”
“hey juga maudy?”
“sasa mau kemana ?”
“saya mau bantu ibuk saya buat makanan nanti malam untuk anak mahasiswa dan siswi di puncak. Apakah kamu mau bantu saya maudy?”
“mau dong.”
“ayo kita kerumah saya.”
Maudy dan sasa melanjutkan perjalanannya untuk membantu ibunya sasa yang lagi masak untuk para anak kuliah. Sampai di rumah sasa langsung kenali temannya pada ambunya.
“selamat sore ambu?”
“sore juga sasa, ini siapa sasa ?”
“ambu kenali ini teman baru sasa dia dari Jakarta namanya maudy ambu.”
“cantik pisan, kesini dia mau ngapain sasa ?”
“dia mau bantu ambu masak.”
“iya ambu, saya mau bantu ambu di sini?”
“aduh, makasih ya nak maudy ambu senang bisa di bantui oleh kamu. Ayo kita mulai masak ambu lagi masak khas bandung nih. Maudy suka khas sunda?”
“suka sekali ambu.”
“ya udh selesai masak kita nanti langsung makan ya ?”
“iya ambu.”
Maudy senang sekali melihat ambu sasa yang begitu baik. maudy merasa ambunya sasa adalah mamanya sendiri. 2 jam kemudian sasa, maudy, dan ambu sudah selesai membungkus makanannya. Maudy, sasa, dan ambu melanjutkan makan malamnya.
“maudy, ayo silakan makan?”
“ini apa ya ambu ?”
“ini namanya Gurame Goreng saus Touco, kalau yang ini empal gempuk empuk gurih.”
“wah enak banget dong pastinya ambu.”
“iya nak maudy, ayo makan entar dingin loh.”
“oke ambu.
Maudy, sasa dan ambu menikmati makan malamnya dengan masakan khas sunda. Maudy sangat senang bisa mencicip masakan sunda yang di buatin ambu sasa. Maudy langsung menghabisi nasinya. Selesai makan maudy dan sasa mengantar pesanan makanan anak kampus. Maudy binggung cara bawa ini semuanya yang banyak pesanan ini. sasa langsung memanggil mamangnya sasa untuk angkat pesanan ini. sasa dan maudy langsung naik ke mobil. 20 menit kemudian sasa dan maudy sampai di tempat anak kampus itu tinggal. Maudy langsung bingung ternyata ini tempat nginap dia. ternyata selama liburan 2 minggu ini sasa yang antar pesanan pesanan makan untuk semua anak kampus. Ternyata maudy senang bisa mencoba masakan khas bandung buatan ambunya sasa.
“maudy, ayo atuh angkat ini ke tempat anak kuliah itu? Jangan sampai rusak yah?
“iya sasa.”
“selamat malam, adakah orang di sana ?”
“iya ada, tunggu bentar ya.”
“iya.”
“kamu siapa ya ?”
“saya anaknya ambu santi yang pesan makanan?”
“owh anaknya ambu santi, kenali nama saya Sylvia?”
“saya sasa, kenali ini teman saya dari Jakarta namanya maudy.”
“owh, teman kamu yah. Ya sudah sana sasa langsung kasih sama anak kampus di ruang makan.”
“baik, permisi. Ayo maudy bantu saya atuh ?”
“iya, aduh.”
“semuanya perhantian, semuanya pada duduk yang bagus. Nanti sasa dan temannya akan membagi makan malam kita di meja. Sasa silakan di mulai di bagikan.”
“baik, ayo maudy di mulai. Aku kasih yang cewek kamu yang cowok.”
“hah,  yang cowok sasa?”
“iya, emang kenapa sama cowok?”
“gak suka aja.”
“rio, maudy buruan dong kasih makan malam kami.”
“iya … iya.”
Maudy dan sasa membagi bagikan makan malamnya buat anak kuliah yang lagi liburan di bandung. Maudy langsung lari keluar untuk cari angin. Maudy terasa betah tinggal di bandung rasanya dia ingin menghilangkan semua rasa egoisnya di sini. 30 menit kemudian maudy kembali lagi ke halaman depan. Di sana maudy sambil membuka ipadnya dan mencari informasi tentang bandung. Ternyata maudy lebih ingin mencari pemandangan yang lebih unik dari yang lain. Maudy mencoba melihat lagi kamus bahasa sunda disana dia mencoba belajar untuk ucapin bahasa sunda.
            Keesokan harinya maudy jam 6 langsung cabut dari tempat penginapannya untuk pergi kekebun the untuk membantu para ibuk ibuk yang menggambil daun teh. Maudy langsung menggambil daun teh untuk di proses ke pabrik pembuatannya. Di sana maudy ketemu sama seorang pria ternyata pria itu adalah pemilik kebun teh ini. maudy mencoba perkenalan sama pria yang mempunyai  kebun teh ini.
“hay?”
“hay juga, kamu siapa ya ? kok saya baru lihat kamu sih di sini?”
“owh, kenali nama saya maudy kugy. Saya ke sini Cuma mau cari suasana aja kok, kamu sendiri siapa ya ? kok saya baru lihat juga.”
“kenali nama saya vano, pemilik kebun teh terbesar di bandung.”
“owh, masih kuliah ya ?”
“iya saya masih kuliah, saya kuliah di Australia. Kamu sendiri kuliah di mana ?”
“aku kuliah di Jakarta.”
“owh, Jakarta.universitas apa ?”
“universitas trisakti .”
“oh, saya juga punya teman di trisakti dia dulu pindahan luar negeri. “
“owh, gi mana kita minum teh dulu di sana?”
“oke, dengan sepenuh hati.”
“saya senang sekali kalian datang ke sini untuk melihat kebun teh saya.”
“iya.”
Vano dan maudy langsung berjalan ke tempat warung teh. Di sana mereka sambil bercerita “ tentang tempat kuliahnya mereka masing”. Maudy senang sekali ketemuan dengan vano. Apa lagi vano anaknya asik di ajakin bicara. Apa lagi anaknya tidak pilih kasih sesama lain. Tiba tiba bisma datang ke tempat warung teh. Di sana dia membawa cameranya dan ipadnya. Bisma langsung melihat maudy lagi dekat sama seorang peria. Bisma langsung pasang muka cuek dan pura pura gak tau. Maudy langsung melihat bisma yang lagi asik” main cameranya. Maudy langsung pergi dan meminta vano untuk mengantar dia ke kebun tehnya.
“vano, gue pengen lihat kebun teh lo boleh tak antarin gue?”
“boleh, silakan.”
“makasih vano.”
Akhirnya vano dan maudy langsung pergi ke kebun tehnya vano sambil lihat pemandangan dari atas puncak. Di sana maudy meminta vano tinggalin dia sendirian di sana. Vano langsung meninggalkan maudy di puncak. Maudy merasa senang bisa di puncak untuk melupai sukanya sama cowok yang buat dia ngeselin. Maudy mulai photo photo pemandagan dari atas puncak. Dari bawah maudy melihat anak kecil yang lagi main sepeda. Maudy langsung turun ke bawah untuk mencoba menaikan sepeda. Di sana maudy mulai beraksi dengan gaya tingkah laku anak kecil. Maudy mencoba mengulangi lagi utuk menurun memakai sepeda. Tiba tiba maudy gak sengaja ternyata bisma ketabrak sepeda yang di bawa maudy dengan kencang dari atas. Tangan bisma langsung seleo. Maudy mencoba membantu bisma. Ternyata bisma tidak mau di bantu sama maudy. bisma langsung maki maki maudy dengan kata kasar karna dia sudah membuat tangannya hampir patah. Mungkin kalau patah bisma tidak mau maafkan atas kegilaan cewek aneh ini yang dia lakukan tadi terhadap bisma. Bisma langsung pergi ke tempat penginapannya. Di sana bisma langsung minta di urut sama tukang kebun untuk urut bisma. Bisma mencoba tahan sakit. Tapi bisma tidak bisa. Apa lagi bisma tidak harus tau bagaimana lagi untuk photo. 15 menit kemudia maudy datang ke tempat kamar bisma. Maudy mencoba minta maaf sama bisma, ternyata bisma malah menolak permintaan maafnya. Maudy langsung bersalah besar terhadap bisma. Maudy langsung mengemas barang”nya untuk balek lagi ke Jakarta.
            15 menit kemudian maudy langsung memanggil taxi untuk menggantar dia ke terminal bus. Di bandung maudy bukan mendapatkan damai ternyata mendapatkan rusuh di sana. Maudy mencoba bertahan dengan kuat walaupun itu harus dia hadapi sendiri. sesampai di terminal bus maudy langsung naik ke dalam bus. Di sana maudy mengirimkan pesan sama tara kalau dia sudah balik duluan. 

BERSAMBUNG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar